Langsung ke konten utama

Kisah seorang Fangirl


Aku seorang penggemar, tidak lebih dari itu pecinta atau penggila dunia Korea atau Kpop. Semua orang mudah mengeneralisasikan sesuatu termasuk yah Kpop. Katanya, dampaknya negatif. Dari sudut pandangku lain. Bukankah sebaiknya melihat bukan hanya dari satu sudut pandang saja?

Mamihku lebih mendukung aku menyukai mereka daripada aku malah keluyuran, kencan dengan laki – laki in real life atau mungkin yang terparah narkoba dan pergaulan bebas. Lagi pula, mamih tau mereka kugunakan sebagai motivasi, ya walaupun kadang juga jadi terlalu berlebihan.

K-pop ada dampak baik maupun dampak buruknya. Menurut pandangaku dampak baik yang mereka berikan padaku adalah terhindar dari perggaulan bebas maupun narkoba, ada disaat tak ada yang mendengarkanku, obat disaat aku sedang down, moodbuster ketika sedang galau, punya banyak teman,  punya pacar, ehh khayalan hehehe.

Dampak buruknya, mungkin aku jadi lebih suka membandingkan sesuatu dengan korea, kadang semua hal buruk yang aku terima tentang K-pop pasti aku bela, type ideal yang terlalu tinggi, dan lain sebagainya.

Kalian harus tau, disaat tak ada yang mau mendengar ceritaku dan menanggapinya atau memberi saran, mereka yang selalu dinilai buruk oleh kalian adalah orang yang mau mendengarkan ceritaku, memberinya jawaban dan menenangkanku. Tak semua orang merasakan apa yang aku rasakan, tentu saja kalian punya cerita kalian sendiri versi kalian sendiri tentang idola kalian.

For your information, aku ARMY hehehe

Tak ada salahnya menyukai mereka tak apa juga kalian tidak suka, tapi jangan menghina karena mereka punya karya dan itu nilainya.

Jangan mudah menilai orang sebagai maniak atau lainnya, kalian tak pernah tau cerita lengkap dibelakangnya, siapa tau fangirling adalah sebuah pengalihan dari segala macam masalah yang dihadapinya. Jangan mudah mengeneralisasikan sesuatu juga, tidak semua orang sama, tidak semua hal buruk dan tak semua hal juga baik.

Semua ada baik dan buruknya, punya porsinya masing -  masing.
Jadi masih mau mengolok temanmu yang seorang Fangirl?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa itu cantik? Aku tidak cukup cantik untuk bisa dikategorikan ‘cewe cantik’ dimasyarakat. Tidak dapat dipungkiri juga kadang ada saat dimana aku iri dengan orang cantik. Bagaimana sih rasanya jadi cewe cantik yang selalu mendapatkan perlakuan lebih dimasyarakat? Apa harus cantik dulu agar kita diperlakukan sama? Apakah dengan cantik sebuah pelanggaran aturan dapat dibenarkan ‘engga apa – apalah yang penting cantik’. Seistimewa itu ternyata orang cantik. Sering kali aku minder dengan teman – temanku yang ‘cantik’ yang dikejar – kejar para cowo, yang selalu disapa orang, yang selalu didahulukan, jadi cover foto sekolah, dikenal banyak guru ataupun dosen dan banyak lagi. Aku sempat kalap dan mencoba untuk menambah berat badan agar bisa diterima, mencoba menguruskan badan yang beratnya tidak seberapa, memakai masker alami bahkan kimia, semua hal aku lakukan untuk ‘cantik’. Sampai akhirnya aku sedikit diterima dimasyarakat karena aku memiliki keahlian lain yang jelas ...
Semester 5 Ada banyak rasa dan pembelajaran untuk proses yang jauh lebih baik tentunya. Sebenarnya, aku juga tidak pernah menyangka bisa bertahan selama ini. Beratahan dari sesuatu yang tidak pernah aku sukai. Awal semester ini aku buka dengan semua rasa dan kesalahan yang terkuak dan harus kuatasi. Dari akademik, pertemanan, organisasi bahkan keluarga. Tidak semuanya harus diselesaikan, ada yang memang harus disimpan untuk jadi pembelajaran, ada juga yang mau tidak mau harus bisa aku selesaikan. Teknik elektronika, menurutku gampang – gampang susah. Aku bilang gampang karena aku ternyata bisa melalui itu. Susah, ya saat sedang mental breakdown semua akan terasa susah kan?. Aku masih mencari apa yang sebenarnya membuatku bertahan disini, memang karena aku suka kah? Teman yang banyakkah? Atau beasiswa?. Semua ilmu yang aku dapat rasanya menguap, hilang tak ada sisa. Sensor, sitem kendali, mikrokontroler, teknik digital, manajemen industri, bahkan etika profesi. Belum lagi do...
Cerita tentang aku Hai, perkenalkan namaku Hanifah. Nama lengkapku terlalu panjang layaknya gerbong kereta didepan rumahku, Hanifah Yuli HPN. Saat cerita ini ditulis umurku telah 20 tahun lebih 1 bulan 3 hari. Iya 20 tahun tapi tak pernah mengenal laki – laki, ehh bukan – bukan tak tau bagaimana rasanya berpacaran. Apakah kalian pernah? Beruntunglah kalian jika pernah merasakannya setidaknya sekali untuk seumur hidup. Rasanya lucu saat aku kecil dulu aku selalu melihat orang dewasa berpacaran, tapi sekarang aku yang melihat anak kecil berpacaran.  Aku lahir dari seorang ibu, tidak panngil dia mamih. Kalau sammpai ada yang memanggilnya ibu dia akan langsung menjawab ‘ba bu ba bu, babumu’ heheh dia memang begitu katanya panggilan ‘ibu’ hanya untuk yang terlihat tua saja.  Mamih yang sangat cerewet,  galak, melankolis, overprotektif, tapi penyayang. ‘Jangan deket sama cowo dulu, fokus pelajaran.’ katanya, mungkin itu mantranya sampai saat ini aku tak terlalu pusing j...