20 tahun jomblo gimana rasanya? Aku tak pernah berpacaran bahkan terakhir aku putus itu dengan ari – ari sewaktu lahir, bukan berarti aku tak mengenal laki – laki yah. ‘Jones banget dong?’. Hehehe kadang pemikiran seperti itu ada, ‘Gimana sih rasanya punya ‘rumah’ lain selain orang tua’, ‘Gimana sih rasanya punya pasangan?’, ‘Apakah seindah itu’. Tapi selalu ada pertanyaan yang balik lagi dari diri aku sendiri ‘Fa, kamu siap buat berdua?’ dan jawabanya adalah tidak. Sejuah ini masih itu. Bukan menutup kemungkinan bahwa aku tau mau untuk berdua. Menurutku banyaknya jumlah mantan atau gebetan yang telah ditinggalkan itu bukan sebuah prestasi, jadi kenapa banyak orang yang malah membanggakan itu?. Aku pernah beberapa kali mencoba untuk dekat dengan laki – laki tapi tak berakhir apapun, ada yang mungkin hubungan tanpa status atau hanya rasa tak enakku dan mecoba menghargai perasaanya. Dan yah, malah berujung dengan kecanggungan pada akhirnya. Bukan tidak benar – benar m...
Kisah seorang Fangirl Aku seorang penggemar, tidak lebih dari itu pecinta atau penggila dunia Korea atau Kpop. Semua orang mudah mengeneralisasikan sesuatu termasuk yah Kpop. Katanya, dampaknya negatif. Dari sudut pandangku lain. Bukankah sebaiknya melihat bukan hanya dari satu sudut pandang saja? Mamihku lebih mendukung aku menyukai mereka daripada aku malah keluyuran, kencan dengan laki – laki in real life atau mungkin yang terparah narkoba dan pergaulan bebas. Lagi pula, mamih tau mereka kugunakan sebagai motivasi, ya walaupun kadang juga jadi terlalu berlebihan. K-pop ada dampak baik maupun dampak buruknya. Menurut pandangaku dampak baik yang mereka berikan padaku adalah terhindar dari perggaulan bebas maupun narkoba, ada disaat tak ada yang mendengarkanku, obat disaat aku sedang down, moodbuster ketika sedang galau, punya banyak teman, punya pacar, ehh khayalan hehehe. Dampak buruknya, mungkin aku jadi lebih suka membandingkan sesuatu dengan korea, ...