Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2020
20 tahun jomblo gimana rasanya? Aku tak pernah berpacaran bahkan terakhir aku putus itu dengan ari – ari sewaktu lahir, bukan berarti aku tak mengenal laki – laki yah. ‘Jones banget dong?’. Hehehe kadang pemikiran seperti itu ada, ‘Gimana sih rasanya punya ‘rumah’ lain selain orang tua’, ‘Gimana sih rasanya punya pasangan?’, ‘Apakah seindah itu’. Tapi selalu ada pertanyaan yang balik lagi dari diri aku sendiri ‘Fa, kamu siap buat berdua?’ dan jawabanya adalah tidak. Sejuah ini masih itu. Bukan menutup kemungkinan bahwa aku tau mau untuk berdua. Menurutku banyaknya jumlah mantan atau gebetan yang telah ditinggalkan itu bukan sebuah prestasi, jadi kenapa banyak orang yang malah membanggakan itu?. Aku pernah beberapa kali mencoba untuk dekat dengan laki – laki tapi tak berakhir apapun, ada yang mungkin hubungan tanpa status atau hanya rasa tak enakku dan mecoba menghargai perasaanya. Dan yah, malah berujung dengan kecanggungan pada akhirnya. Bukan tidak benar – benar m...
Kisah seorang Fangirl Aku seorang penggemar, tidak lebih dari itu pecinta atau penggila dunia Korea atau Kpop. Semua orang mudah mengeneralisasikan sesuatu termasuk yah Kpop. Katanya, dampaknya negatif. Dari sudut pandangku lain. Bukankah sebaiknya melihat bukan hanya dari satu sudut pandang saja? Mamihku lebih mendukung aku menyukai mereka daripada aku malah keluyuran, kencan dengan laki – laki in real life atau mungkin yang terparah narkoba dan pergaulan bebas.  Lagi pula, mamih tau mereka kugunakan sebagai motivasi, ya walaupun kadang juga jadi terlalu berlebihan. K-pop ada dampak baik maupun dampak buruknya. Menurut pandangaku dampak baik yang mereka berikan padaku adalah terhindar dari perggaulan bebas maupun narkoba, ada disaat tak ada yang mendengarkanku, obat disaat aku sedang down, moodbuster ketika sedang galau, punya banyak teman,   punya pacar, ehh khayalan hehehe. Dampak buruknya, mungkin aku jadi lebih suka membandingkan sesuatu dengan korea, ...
Organisasi Sunguh sangat banyak perubahan yang terjadi kepadaku karena organisasi. Dari diriku yang anti sosial, tak punya banyak teman, takut berbicara didepan banyak orang dan   mengemukanan pendapat menjadi sebaliknya. Organisasi pertama yang aku ikuti adalah OSIS dan lebih mengejutkan lagi adalah jabatannya, sekretaris. Tanggung jawab yang sangat besar menurutku sebagai orang yang masih sangat baru dalam kehidupan organisasi. Apa itu proposal? Bagaimana cara membuatnya? Hah membuat surat pengumuman bahkan surat undangan?   Menangis karena organisasi? Pernah, tapi lebih banyak tawanya. Hal paling menyenangkan saat itu adalah keluar kelas untuk rapat. OSIS adalah awal pertama dimana aku benar – benar percaya bahwa aku bisa melakukan sesuatu yang awalnya aku takuti. Memiliki banyak teman dari kelas yg berbeda bahkan kakak kelas dan juga adik kelas, rasanya sangat menyenangkan. Tapi ada satu hal yang sungguh tidak aku sukai, yaitu menjadi bahan gosip banyak orang. ...
Semester 5 Ada banyak rasa dan pembelajaran untuk proses yang jauh lebih baik tentunya. Sebenarnya, aku juga tidak pernah menyangka bisa bertahan selama ini. Beratahan dari sesuatu yang tidak pernah aku sukai. Awal semester ini aku buka dengan semua rasa dan kesalahan yang terkuak dan harus kuatasi. Dari akademik, pertemanan, organisasi bahkan keluarga. Tidak semuanya harus diselesaikan, ada yang memang harus disimpan untuk jadi pembelajaran, ada juga yang mau tidak mau harus bisa aku selesaikan. Teknik elektronika, menurutku gampang – gampang susah. Aku bilang gampang karena aku ternyata bisa melalui itu. Susah, ya saat sedang mental breakdown semua akan terasa susah kan?. Aku masih mencari apa yang sebenarnya membuatku bertahan disini, memang karena aku suka kah? Teman yang banyakkah? Atau beasiswa?. Semua ilmu yang aku dapat rasanya menguap, hilang tak ada sisa. Sensor, sitem kendali, mikrokontroler, teknik digital, manajemen industri, bahkan etika profesi. Belum lagi do...