Langsung ke konten utama


Apa itu cantik?


Aku tidak cukup cantik untuk bisa dikategorikan ‘cewe cantik’ dimasyarakat. Tidak dapat dipungkiri juga kadang ada saat dimana aku iri dengan orang cantik. Bagaimana sih rasanya jadi cewe cantik yang selalu mendapatkan perlakuan lebih dimasyarakat? Apa harus cantik dulu agar kita diperlakukan sama? Apakah dengan cantik sebuah pelanggaran aturan dapat dibenarkan ‘engga apa – apalah yang penting cantik’. Seistimewa itu ternyata orang cantik.

Sering kali aku minder dengan teman – temanku yang ‘cantik’ yang dikejar – kejar para cowo, yang selalu disapa orang, yang selalu didahulukan, jadi cover foto sekolah, dikenal banyak guru ataupun dosen dan banyak lagi.

Aku sempat kalap dan mencoba untuk menambah berat badan agar bisa diterima, mencoba menguruskan badan yang beratnya tidak seberapa, memakai masker alami bahkan kimia, semua hal aku lakukan untuk ‘cantik’.

Sampai akhirnya aku sedikit diterima dimasyarakat karena aku memiliki keahlian lain yang jelas sangat bisa aku usahakan yaitu ‘pintar’, ya setidaknya jika tidak terlahir cantik aku harus cantik dengan caraku sendiri. Bukan karena pintar dan aku jadi diterima seutuhnya dimasyarakat, sama sekali tidak.

Ternyata pintar dan juga baik saja tidak cukup ‘cantik’ untuk dikatakan cantik.

Cantik itu bukan hanya soal fisik, tapi juga perilaku terhadap diri sendiri maupun orang lain. Cantik bukan soal tetang hidung mancung dan kulit putih, tapi soal bagaimana kamu merepresentasikan diri kamu sendiri menjadi pribadi yang cantik. Cewe cantik itu bukan juga tentang bagaimana caramu berpakaian seperti kamu memakai rok ataupun gamis maka kamu menjadi cantik dan lain halnya jika kamu memakai celana atau kemeja layaknya cowo apa itu tak cukup pantas disebut cantik? Cantik menurut pandanganku adalah mereka yang berwawasan luas, memiliki pemikiran yang terbuka, menyikapasi segala hal dengan dewasa, penuh aturan dan mereka yang cantik dengan standar mereka sendiri bukan standar masyarakat.

Kamu cantik dengan segala hal yang kamu punya baik itu keahlian maupun fisik, jangan buat dirimu tersugesti dengan standar yang mereka buat, kamu lebih dari itu. Kamu cantik, dan standar yang ada adalah yang kamu buat.

Jadi apa sekarang sudah merasa cantik?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Semester 5 Ada banyak rasa dan pembelajaran untuk proses yang jauh lebih baik tentunya. Sebenarnya, aku juga tidak pernah menyangka bisa bertahan selama ini. Beratahan dari sesuatu yang tidak pernah aku sukai. Awal semester ini aku buka dengan semua rasa dan kesalahan yang terkuak dan harus kuatasi. Dari akademik, pertemanan, organisasi bahkan keluarga. Tidak semuanya harus diselesaikan, ada yang memang harus disimpan untuk jadi pembelajaran, ada juga yang mau tidak mau harus bisa aku selesaikan. Teknik elektronika, menurutku gampang – gampang susah. Aku bilang gampang karena aku ternyata bisa melalui itu. Susah, ya saat sedang mental breakdown semua akan terasa susah kan?. Aku masih mencari apa yang sebenarnya membuatku bertahan disini, memang karena aku suka kah? Teman yang banyakkah? Atau beasiswa?. Semua ilmu yang aku dapat rasanya menguap, hilang tak ada sisa. Sensor, sitem kendali, mikrokontroler, teknik digital, manajemen industri, bahkan etika profesi. Belum lagi do...
Cerita tentang aku Hai, perkenalkan namaku Hanifah. Nama lengkapku terlalu panjang layaknya gerbong kereta didepan rumahku, Hanifah Yuli HPN. Saat cerita ini ditulis umurku telah 20 tahun lebih 1 bulan 3 hari. Iya 20 tahun tapi tak pernah mengenal laki – laki, ehh bukan – bukan tak tau bagaimana rasanya berpacaran. Apakah kalian pernah? Beruntunglah kalian jika pernah merasakannya setidaknya sekali untuk seumur hidup. Rasanya lucu saat aku kecil dulu aku selalu melihat orang dewasa berpacaran, tapi sekarang aku yang melihat anak kecil berpacaran.  Aku lahir dari seorang ibu, tidak panngil dia mamih. Kalau sammpai ada yang memanggilnya ibu dia akan langsung menjawab ‘ba bu ba bu, babumu’ heheh dia memang begitu katanya panggilan ‘ibu’ hanya untuk yang terlihat tua saja.  Mamih yang sangat cerewet,  galak, melankolis, overprotektif, tapi penyayang. ‘Jangan deket sama cowo dulu, fokus pelajaran.’ katanya, mungkin itu mantranya sampai saat ini aku tak terlalu pusing j...